Trik Semoga Tidak Kebablasan Di Dikala Bersantap Hidangan Lebaran

whitehillsmusic.com – Trik Agar Tidak Kebablasan Di ketika Bersantap Menu Lebaran. Seabrek kuliner khas Lebaran tersaji di atas meja pada Idulfitri. Ketupat atau lontong ditemani sayur berkuah santan, rendang, opor ayam, dan sambal goreng hati siap disantap bersama keluarga.

Ketika berkunjung ke rumah sanak saudara untuk merayakan Lebaran pun bakal ditemukan hidangan serupa atau sedikit berbeda. Tidak jarang sang empunya rumah akan mengajak untuk merasakan kuliner tersebut.

Pada sebagian orang, hal-hal yang lazim terjadi pada momen makan lezat ketika Lebaran ini menjadi momok. Mereka takut tidak bisa mengontrol asupan kuliner yang masuk, dan eksklusif berpikir berat tubuh bakal naik lagi padahal sebulan berpuasa berhasil memeroleh bobot tubuh ke angka ideal. Dilema pun menyerang. Di satu sisi ingin menolak karena merasa sudah kenyang, tapi di sisi lain takut menciptakan tuan rumah jadi tersinggung.

Trik Agar Tidak Kebablasan Di ketika Bersantap Menu Lebaran Trik Agar Tidak Kebablasan Di ketika Bersantap Menu Lebaran Trik Agar Tidak Kebablasan Di ketika Bersantap Menu LebaranTrik Agar Tidak Kebablasan

Nah, Anda tak perlu khawatir lagi. Anda bisa mencoba beberapa tips semoga porsi makan tetap terjaga di Hari Raya Idul Fitri, menyerupai yang disampaikan Dinda Utami Sasetyo, seorang instruktur kebugaran bersertifikat APKI (Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia).

Rencanakan apa saja yang ingin disantap

Biasanya, kita mempunyai tradisi yang sama dari tahun ke tahun mau silaturahmi ke rumah siapa saja. Menurut GoLangsing Facilitator yang fokus pada Mindful Eating ini, ada baiknya kita tulis ada berapa pemberhentian dalam satu hari itu. Dengan begitu kita bisa mengukur kira-kira berapa kali kemungkinan untuk makan di hari Lebaran ini.

Membuat Pilihan Makanan

Dinda, misalnya, yang selalu menyantap hidangan favorit Lebaran terlebih dahulu. “Jadi, saya puaskan dulu di depan. Don’t save the best for last sebab jikalau gres dimakan terakhir, biasanya perut sudah terisi dengan makanan-makanan lain selain dari yang kita suka,” ujar perempuan yang juga instruktur kebugaran pribadi Dian Sastrowardoyo. Sebaiknya, kita buat daftar apa saja hidangan favorit ketika Lebaran untuk disantap duluan.

Camilan

Selain ketupat beserta kawan-kawannya, kuliner lain yang rasa-rasanya tak mungkin hingga terlewatkan yaitu makan kue-kue Lebaran. Nastar, putri salju, atau kastengels.

Perlu diingat bahwa mencamil tergolong kegiatan makan. Dinda, menjelaskan, semua yang masuk ke dalam lisan yaitu kuliner bukan ‘ganjelan’.

Dinda tak melarang. Ia hanya mengimbau semoga menyantap kue-kue itu penuh kesadaran.

“Ingat bahwa camilan anggun nastar sehabis gigitan ke-2, ke-3, dan seterusnya rasanya sama saja. Jadi, enggak perlu dimakan berlebihan,” ujarnya.

Walau Terdengar Klise Jangan Lupa Minum Air Putih

Terdengar klise? Dinda sendiri mengakuinya. Namun, pada kondisi-kondisi tertentu kita lupa untuk minum saking penuhnya perut kita. “Ini kayaknya mudah, tapi seringkali jikalau kuliner berlimpah ruah dan makan berlebihan, minum air putih saja sudah enggak sanggup,” katanya.

Lakukan dengan santai

“Lebaran memang satu tahun sekali, tapi kuliner khas Idul Fitri tetap ada kok di luar Lebaran,” katanya.

Kembali kepada esensi

Dinda mengingakan bahwa esensi dari Lebaran bukan haru bebas makan. Rayakan kebersamaan dengan keluarga dan teman-teman dengan penuh rasa bahagia.

“Makanan yang berlimpah patut disyukuri dan dinikmati dengan penuh kesadaran. Kalau makan hingga perut sesak, nikmatnya pun hilang,” katanya.